Pertempuran yang dimaksud yakni antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan Jepang pada 24 November 1945. Tugu berbentuk bangunan tiang pancang yang runcing itu dibangun persis di sisi kiri jalan menuju Pasar Cunda.

Pembangunan dimulai tahun lalu itu menghabiskan dana Rp 163.529.243 bersumber dari dana desa tahun 2019. Kepala Desa Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Tarmizi, menyebutkan pembangunan tugu pertempuran cunda bukan sekadar melestarikan ingatan masyarakat tentang heroisme perjuangan melawan Jepang.

Tugu itu, lanjutnya, turut memperindah jalan masuk menuju pusat Kota Lhokseumawe. Dari sisi desain, tugu tampak Instagramable dan menjadi obyek foto menarik bagi masyarakat.